Tag Archives: kritis

Sepenggal Hak Oposisi

Sajak berjudul Hak Oposisi ini merupakan salah satu sajak karya Sang “Burung Merak” Rendra (1935-2009). Sebagai seorang pembaca sajak, beliau sangat sering mengangkat isu politik dan pembangunan dalam banyak judul sajaknya.

Kamu wajib memasang telinga,
– selalu,
untuk mendengar nurani kami.
Sebab itu, kamu membutuhkan oposisi.

Maaf, kawan. Aku tidak begitu paham apalagi mengerti dunia per-politik-an. Konon dalam menerjemahkan sajak, salah tafsir bisa terjadi karena mengait-ngaitkan sajak dengan hal-hal filosofis. Konon juga pesan mereka sang guru sajak, jangan terjemahkan sajak itu jauh-jauh dari kata-kata sajaknya. Di sanalah, pusat segala pengartian sajak dan puisi itu sendiri.

Oposisi adalah jendela bagi kamu.

Oposisi adalah jendela bagi kami.

Tapi membaca sajak ini memunculkan beberapa potong gambaran di kepalaku. Imajinasi. Perandaian. Dan pendengaran.

Tidak bisa dipungkiri, aku mengaitkan sajak ini sebagai pengingat; bahwa kita memerlukan dunia untuk mengkritik kita. Menentang atau menyanggah pendapat kita. Semata agar kritis dan bijaksana dalam mencurahkan gagasan dan pemikiran kita tentang apa saja.

Tanpa oposisi : sumpek.
Tanpa oposisi : kamu akan terasing dari kami.
Tanpa oposisi : akan kamu dapati gambaran palsu tentang dirimu.
Tanpa oposisi : kamu akan sepi dan onani.

Advertisements
Tagged , , , , , , , ,